KEBERHASILAN KABUPATEN BOGOR DAPAT DIUKUR MELALUI KEBERHASILAN DESA
Ditulis oleh: Saepudin Muhtar alias Gus Udin (Komite Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor dan Dosen Universitas Djuanda Bogor)
Bogor - (Jejak pers) (22/02). Program Bupati Bogor Ibu Ade Yasin memfokuskan kepada pembangunan desa dalam pancakarsa, karena menurut Gus Udin yang mempunyai nama asli Saepudin Muhtar keberhasilan desa menjadi tolok ukur keberhasilan Kabupaten Bogor termasuk potensi-potensi yang ada di desa.
Permasalahan keterkaitan desa yang sudah lama terjadi di Indonesia menjadi dasar argumentasi dari Gus Udin ini, seperti hierarki desa-kota dan dikotomi desa dan kota. Gus Udin membandingkan kondisi desa-kota di negera maju dan berkembang, menurutnya di negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat tidak ada dikotomi antara desa-kota, keduanya suatu kontinum yang saling berhubungan dan masing-masing di wilayah tersebut tidak ada yang ekslusif. Namun, menurut beliau di negara berkembang seperti Indonesia, ketimpangan wilayah dan ketimpangan desa-kota merupakan suatu permasalahan yang harus dihadapi oleh negara-negara berkembang. Kota-kota berkembang dengan cepat sedangkan wilayah pedesaan perkembangannya sangat lambat, hal ini membuat ketimpangan semakin besar yang akan berdampak pula kepada permasalahan politik, ekonomi dan sosial.
Dikutip dari buku Kolaborasi Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang oleh Muhammad Amsal Sahban, ada beberapa masalah pembangunan ekonomi di negara berkembang antara lain: (1) Rendahnya produktivitas, artinya rendahnya tingkat produktivitas bisa dilihat dari pendapatan domestik (PDB) per kapita atau PDB per kapita pekerja yang kecil, (2) Pasar dan informasi yang tidak sempurna, (3) Tingginya angka pengangguran, (4) Tingginya pertambahan penduduk, (5) Ketergantungan pada sektor pertanian primer, (6) Ketergantungan yang besar dan rentannya hubungan internasional, (7) Rendahnya tingkat kehidupan bisa dilihat dari kemampuan penduduk dalam hal pemenuhan sandang, pangan dan papan.
Oleh karena itu, Gus Udin menjelaskan bahwa ada empat yang menjadi fokus Kabupaten Bogor dalam pembangunan desa, yaitu : Pertama, melalui Sekolah Pemerintah Desa dapat meningkatkan sumberdaya dan kualitas sumberdaya yang ada di pemerintah desa. Kedua, adalah Festival Wisata Desa dan penguatan ekonomi melalui BUMDES . Ketiga, yaitu digitalisasi untuk desa, atau smart village. Keempat, program bantuan satu miliar, satu desa dan infrastruktur desa melalui program bedah kampung .
Komite Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Mukhtar atau Gus Udin mengungkapkan hal tersebut dalam acara Forum Diskusi Pemulihan Ekonomi Daerah Bidang Pariwisata Berbasis Desa dan Soft Launching Menuju Festival Wisata Desa Tahun 2022 di Setu Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 14 Desember 2021.
Gus Udin berpendapat bahwa karena potensi pengembangan adanya di desa, maka desa perlu desa perlu menjadi episentrum untuk pengembangan ekonomi. Dengan pembicaraan tentang dampak dari Covid-19 untuk perkenomian Kabupaten Bogor yang menurun hingga 1.77% menurut Gus Udin dapat dikaitkan dengan pemulihan ekonomi yang ada di Kabupaten Bogor.
Gus Udin mengatakan bahwa oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Bogor membuat tiga fokus untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dari dampak Covid-19 di Kabupaten Bogor. Yang pertama adalah sport and tourism, jadi sektor pariwisata karena memiliki multi player efek yang begitu besar, yang kedua adalah prodak UMKM, termasuk juga ekonomi kreatif dan yang ketiga adalah industri dan manufaktur, jadi sektor-sektor ini-lah yang menjadi andalan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor. (PPA)
Referensi:
Cahya Dicky Pratama. 2022. Permasalahan Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang. Kompas.com Edisi 24 Januari 2022. Diakses pada 20 Februari 2022
Komentar
Posting Komentar