PULAU TONGA DITERJANG TSUNAMI SETELAH GUNUNG HUNGA TONGA ERUPSI: KENAPA ADA GUNUNG BERAPI DI DALAM LAUT YA?
Tsunami di Tonga (Tangkapan Layar Twitter/@sakakimoana)
Penulis: Dian Rohmansah | Editor: Putri Patwa Aulia
JEJAKPERS.id. Kemarin Sabtu (15/1/2022) Gelombang tsunami menghantam pulau terbesar Tonga yaitu Tongatapu yang terletak di Samudera Pasifik. Setelah terjadi letusan gunung berapi Hunga Tonga Hunga Ha’apai. Puncak letusan pada hari Jumat (14/1/2021) sampai meluncurkan segumpal abu sejauh 20 kilometer di udara. Letusan kedua terjadi pada Sabtu (15/1/2022) pada puku; 17.26 waktu setempat.
Citra satelit menunjukkan awan abu besar dan gelombang laut menyebar dari letusan. Abu jatuh dari langit di Nuku;alofa Sabtu malam hingga menyebabkan koneksi komunikasi terputus total. Bahkan terjangan tsunami menghantam istana Tonga. Dan berdampak ke Samoa, Australia, dan Selandia Baru.
Lantas di mana Tonga itu ya? Kita kurang familiar dengan negara Tonga.
Tonga atau dikenal dengan kerajaan Tonga merupakan sebuah kepulauan di selatan Samoa. Negara ini memiliki 176 pulai yang sebagian besar tidak berpenghuni. dikutip dari Word Population Review. Ibu kota Tonga adalah Nuku’afola yang terletak di pulau terbesar di Tonga. Negara dengan populasi 103.00 jiwa ini terletak di Samudera Pasifik Selatan terletak sekitar 2.000 mil di timur Brisbane, Australia.
Pulau Tonga dapat dikategorikan menjadi empat kelompok besar. Pertama kelompok pulau Tongatapu yaitu gugusan pulau-pulau di tengah. Pulau terbesar dan ibu kota dapat ditemukan di kelompok pulau ini. Terletak di bagian selatan negara, Tongatapu mengalami iklim yang lebih dingin daripada bagian lain.
Kelompok kedua, disebut sebagai Ha’apai yang terdiri dari 62 pulau yang menjadi kelompok timur dan barat. Mayoritas pulau-pulau di kelompok ini dianggap sebagai atol karang rendah.
Kelompok ketiga dikenal sebagai Vava’u yaitu pelabuhan besar yang terkurung daratan. Kelompok pulau ini beriklim tropis dan menarik wisatawan
Kelompok keempat, dikenal sebagai Tonga Niuas, sekelompok pulau di bagian utara negara ini yang sebagian besar terdiri dari pulau-pulau vulkanik dan jarang penduduknya.
Mengapa ada gunung berapi di dalam laut? Pasti pertanyaan ini muncul di benak kita semua.
Logikanya, api akan padam bila disiram air, tapi kenapa ada gunung berapi di dalam lautan, kenapa tidak padam?. Dalam buku Miracle of Al-Quran &As-Sunnah para ilmuan terkejut dengan ditemukan ada api di dasar lautan. Lebih tepatnya Jawabannya ada dalam Al-Quran Surat At-Tur:1-8, Allah berfirman: “Demi bukit (Sinai), dan kitab yang ditulis, pada lembaran terbuka, demi Baitul Ma’mur (Ka’bah), demi atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam dasarnya ada api”. Diperkuat Rasullah bersabda dalam HR. Abu Daud: “Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan”.
Penemuan besar ini berawal saat para ilmuwan pasca Perang Dunia II mengarungi dasar samudera untuk mencari bahan-bahan mineral untuk bahan perang. Lalu, ilmu heran karena menemukan adanya gunung vulkanik yang terbentang di lautan. Bahkan jumlahnya lebih banyak dibandingkan di daratan. Tak hanya itu, pengunungan vulkanik ini sering mengeluarkan lava panas layaknya api di daratan yang suhunya mencapai ratusan derajat celcius.
Gunung-gunung itu terbentuk sebagai akibat dari letusan-letusan dahsyat gunung berapi. Terdapat jaringan raksasa akibat pergeseran geologi yang meretakkan kerak berbatu bu,i dan mengitari celah akibat retakan tersebut. Pergeseran ini terutama berpusat di dasar laut.
Jaringan pergeseran geologi tersebut membentang hingga lebih dari 64 ribu kilometer dan kedalamannya mencapai sekitar 65 kilometer menembus kerak berbatu. Pergeseran ini mencapai lapisan lunak (astenosfer). Di dalam astenosfer, bebatuan dalam keadaan sebagian lelah dengan tingkat kepadatan dan kelekatan relatif tinggi. Arus panas menggiring berton-ton bebatuan yang meleleh itu ke dasar samudera. Kemudian bebatuan itu menuju dasar beberapa lautan seperti Laut Tengah dengan temperatur mencapai lebih dari 1.000 derajat celcius.
Ilmuwan memperkirakan batuan ini mendorong air laut ke kanan dan kiri , dan dikenal fenomena sebagai perluasan dan pembentukan kembali dasar laut dan samudera. Daerah yang dihasilkan dari proses perluasan itu dipenuhi dengan magma, sehingga mengakibatkan munculnya api di dasar samudera dan beberapa kawasan dasar laut.
Di Indonesia, ada gunung berapi di lautan yaitu Gunung Krakatau yang ada di Laut Selat Sunda. Selain Gunung Hunga Tonga Hunga Ha’apai dan Gunung Krakatau, dilansir dari Live Science ada lagi 5 gunung lain antara lain: (1) Gunung berapi West Mata di Samudera Pasifik antara Fiji dan Samoa, (2) Gunung berapi Loihi di Hawai, (3) Gunung berapi Seamount X di Amerika Serikat, (4) Gunung berapi Kick ‘Em, Jenny fi Grenada Kepulauan Karibia, dan (5) Gunung berapi Marsili di Laut Tyrrhenian Italia. Fakta bahwa terdapat api di dalam lautan telah disebutkan dalam Al-Quran sejak 14 abad yang lalu, jauh sebelum manusia mengenal teknologi canggih. (DRS)
Sumber Referensi
Ahmad Luthfi. 2020. Adanya Gunung Api Bawah Laut Dijelaskan dalam Al-Quran dan Sains. Okezone.com. Diakses 16 Januari 2020 pada pukul 22.00 WIB.
Nur Fitriatus Shalihah. 5 Gunung Berapi Bawah Laut di Dunia. Kompas.com. Diakses 16 Jnauari 2022 pada pukul 23.00 WIB.
Wahyu Budi Santoso. 2021. Fakta Temuan Gunung Berapi Bawah Laut Terbaru Seperti Al-Quran. SINDONEWS. com. Diakses 16 Januari 200 pada pukul 22.30 WIB.
Komentar
Posting Komentar