Pariwisata Menjadi Sektor Andalan dalam Pembangunan Ekonomi Kabupaten Bogor: Pandangan Gus Udin
Pada Forum Diskusi Pemulihan Ekonomi Daerah Bidang Pariwisata Berbasis Desa dan Soft Launching Menuju Festival Wisata Desa, Saepudin Mukhtar alias Gus Udin yang merupakan Komite Percepatan Pembangunan Strategi Kabupaten Bogor mengatakan bahwa pariwisata adalah sektor andalan dalam pemulihan dan pembangunan ekonomi karena dampak dari Pandemi Covid-19. Sesuai peraturan pemerintah pariwisata menurut UU No.9 Tahun 1990 adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan wisata. Perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Pada acara Festival Wisata Desa ini Gus Udin diharapkan wisata-wisata yang ada di desa dapat tereksplor menjadi destinasi wisata baru. Potensi yang dimiliki Kabupaten Bogor tidak hanya di wilayah tertentu tetapi di seluruh wilayah, pasalnya Kabupaten Bogor memiliki 110 Curug dan 96 Setu yang indah.
Di Kabupaten Bogor, ada lima puluh destinasi wisata, misalnya Wana Wisata, Edu Wisata dan Geopark Pongkor. Pergerakan ekonomi di Kabupaten Bogor dapat berkembang dengan baik karena adanya pariwisata di desa. Kekuatan ekonomi bisa tumbuh di level desa hanya disebarkan kepada empat ratus enam belas desa dengan terekspor potensi-potensi pariwisata yang ada di desa.
Sekolah pemerintah desa memiliki dua output, yang pertama yaitu peningkatan kualitas sumber daya desa sendiri, juga desa digital bisa terbentuk, yang kedua adalah penguatan ekonomi melalui penguatan BUMDES dan Festival Wisata Desa. Pemerintah Kabupaten Bogor fokus terhadap pembangunan desa. Salah satu langkah konkritnya melalui penimgkatan kualitas sumber daya di desa melalui sekolah pemerintah desa. Pelatihannya ada graduasi, selama enam bulan pemerintahan desa dilatih, untuk mengembangkan desanya masing-masing, sesuai dengan masalah dan potensi desanya masing-masing karena pelatihannya sekarang dengan IPB padahal dulu pelatihannya biasa-biasa saja.
Pengertian pembangunan desa menurut Kartasasmita, yang mana dalam arti luas, pembangunan desa mencakup berbagai bidang kehidupan yang menintegrasikan peran pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaannya dengan memanfaatkan sumberdaya pembangunan secara efektif guna peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang ada di desa secara berkesinambungan maka Gus Udin mempunyai statement bahwa pelatihan pemerintah desa untuk mengembangkan masalah dan potensi-potensi yang ada di desa masing-masing. Suparno (2001) menegaskan bahwa pembangunan desa dilakukan dalam rangka imbang yang sewajarnya antara pemerintah dengan masyarakat.
Dengan adanya program Festival Wisata Desa, Gus Udin mengatakan bahwa salah satu program ini untuk peningkatan kualitas hidup, khususnya dimulai dari desa, dan orientasinya sebagai stimulus agar pariwisata menjadi sektor andalan dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor. Dan agar desa merespon untuk mengembangkan potensi pariwisatanya, bukan hanya objek wisata, tetapi sejarahnya, situs-situsnya, bahkan juga budayanya yang ada di desa.
Oleh sebab itu pemerintah Kabupaten Bogor fokus terhadap pembangunan desa. Salah satu langkah kongkritnya melalui peningkatan kualitas sumber daya di desa melalui sekolah pemerintah desa, yang dulu pelatihan-pelatihannya biasa saja, tetapi sekarang pelatihannya dengan IPB, jadi ada graduasi, selama enam bulan pemerintah desa (kepala desa dan operatornya) dilatih, untuk mengembangkan desanya masing-masing, sesuai dengan masalah dan potensi-potensi yang ada di desa masing-masing. Jadi sekolah pemerintah desa memiliki dua output, yang pertama yaitu peningkatan kualitas sumber daya desa sendiri, juga desa digital bisa terbentuk. Yang kedua adalah penguatan ekonomi melalui penguatan BUMDES dan Festival Wisata Desa.
Statement Gus Udin bahwa pelatihan pemerintah desa untuk mengembangkan masalah dan potensi-potensi yanng ada di desa masing-masing ini sesuai dengan pengertian pembangunan desa menurut Kartasasmita, yang mana dalam arti luas, pembangunan desa mencakup berbagai bidang kehidupan yang menintegrasikan peran pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaannya dengan memanfaatkan sumberdaya pembangunan secara efektif guna peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang ada di desa secara berkesinambungan. Pembangunan desa merupakan suatu strategi yang dirancang untuk meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat tertentu. Pembangunan desa juga dapat dipandang sebagai suatu program pembangunan yang dilakukan secara berencana untuk meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan dalam arti peningkatan kualitas hidup. (Kartasasmita, 1996, hal. 392-393).
Oleh sebab itu Gus Udin mengatakan bahwa salah satu program untuk peningkatan kualitas hidup, khususnya dimulai dari desa yaitu dengan adanya program Festival Wisata Desa, yang orientasinya sebagai stimulus agar pariwisata menjadi sektor andalan dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor, yaitu agar desa merespon untuk mengembangkan potensi pariwisatanya, bukan hanya objek wisata, tetapi juga sejarahnya, situs-situsnya, termasuk juga budaya yang ada di desa, sehingga ketika sudah tereksplor, Bupati Ade Yasin atau Pemerintah Daerah akan mengapresiasi untuk pengembangan potensi wisata yang ada di desa. Dan total hadiah yang akan diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah sebesar satu miliar untuk diberikan hadiah kepada desa nanti yang menang dalam Festival Wisata Desa.
Daftar Bacaan
Bibliography
Kartasasmita, G. (1996). Pembangunan Untuk Rakyat. Jakarta: Cidesindo.
Suparno A, S. (2001). Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Yakup, A. P. (2019). Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesai. Surabaya: Thesis.
Komentar
Posting Komentar